Cuplikan LALITAVISTARA Dalam Relief BOROBUDUR

Sutra dalam laman ini di ambil dari Āryalalitavistaranāmamahāyānasūtra. (Dengan Suntingan yang disesuaikan).
Foto merupakan koleksi pribadi Kandang Kebo

Terpujilah Yang Memiliki Kebajikan Tidak Terbayangkan!

Panil 1: Bodhisattva Svataketu (tengah) berada di Surga Tusita

2.12 Dengan hanya satu masa kehidupan yang tersisa, Dia meninggal dan terlahir kembali di alam tertinggi dari Surga Sukacita (Tusita) sebagai deva putra yang tertinggi yang bernama Svetaketu (Putih Cemerlang). Perkumpulan para dewa memperlihatkan kepada Nya rasa hormat (sarvadevasamghaih sampūjyamānasya), menghormati Dia sebagai Orang yang akan meninggalkan tengah-tengah mereka dan mengambil kelahiran di dunia manusia, di mana tak lama Dia akan menjadi Buddha, mencapai penggugahan yang sempurna, lengkap, dan tak terkalahkan.

2.13 Dia tinggal di sebuah istana surgawi yang besar dengan 32.000 lantai, dihiasi dengan veranda, kubah, tiang pintu, jendela atap, paviliun yang indah, yang terdiri dari beberapa bagian tingkat lantai, dan halaman. Istana ini dipenuhi dengan payung, bendera, dan spanduk yang berkibar. Ditutupi oleh tirai dari lonceng-lonceng permata kecil dan dipenuhi dengan bunga mandarava dan bunga mahamandarava. Lagu-lagu nyanyian dari jutaan yang melampaui jutaan dari dewa putri bisa didengar seluruhnya. Mempesona, bahkan pekarangan ditutupi dengan tirai emas dan diisi dengan berbagai macam pohon, sama seperti gunung kayu hitam atimuktaka, campaka, tanaman terompet (patala), anggrek, mucilinda, mahāmucilinda, Asoka, pohon bayan, pohon kesemak, narrasi, karnikāra, kesara, Sala, dan pohon-pohon permata karang merah. Dalam setiap arah ada tirai bunga, dipenuhi dengan jyoti, mālika, barasika, Tarani, sumana, bali, kotarani, dan bunga harum lainnya. Demikian juga ada bunga danukari, bunga-bunga surgawi, teratai biru, teratai merah muda, lili air, dan teratai putih. Berbagai macam burung terbang di udara, bernyanyi melodi indah mereka. Di antara mereka adalah burung beo, śārika, elang malam, angsa, burung merak, bebek, burung pegar, berkik, ayam hutan, dan
banyak lainnya.

2.14 Berjuta-juta koti dewa memalingkan wajah mereka menuju ke istana itu dan menatap dalam kagum. Dharma yang besar dan luas diumumkan seluruhnya, dan dengan demikian kekuatan keinginan mereka yang bersemangat menundukkan semua penderitaan, menghilangkan kebanggaan, kesombongan, kecongkakkan, serangan, kekerasan, dan kemarahan, dan membawa perihal kebahagiaan, kesejahteraan, sukacita, dan kesadaran penuh perhatian pada skala yang besar.
Bodhisattva berdiam dengan nyaman di istana surgawi yang besar agung ini, di mana wacana tentang Dharma sejati muncul di tengah-tengah sebuah simfoni dari 84.000 alat musik. Dari suara mereka, syair-syair penjiwaan berikut muncul, memberitakan banyak perbuatan baik yang sang Bodhisattva lakukan di masa lalu.

Panil 2: Bodhisattva Svatakettu di istana Dharmoccaya mengumumkan akan kelahirannya di dunia.

3.1 Para Bhiksu, dengan cara ini sang Bodhisattva didorong bahwa waktu untuk Dharma telah tiba. Muncul dari istana surga yang besar itu, sang Bodhisattva pergi menuju ke istana Dharmoccaya yang besar, di mana Dia mengajarkan Dharma kepada para deva di surga Sukacita. Di dalam istana itu, Dia duduk sendiri di atas tahta singa yang dikenal sebagai Dharma Yang Maha Mulia. Dia disertai didalam istana bersama-sama dengan sekelompok devaputra yang setara keberuntungannya dengan sang Bodhisattva, dan yang telah memasuki kendaraan yang sama. Para Bodhisattva dengan perilaku yang mirip dengan sang Bodhisattva berkumpul dari seluruh sepuluh penjuru arah. Rombongan pengiring dengan niat yang sama murni menyertai para devaputra, tanpa perkumpulan gadis surga dan bahkan tanpa devaputra biasa. Semuanya rombongan berjumlah 680 juta masuk kedalam istana itu, masing-masing duduk di atas tahta singa menurut kedudukan.

3.2 Sang Bodhisattva kemudian berkata: “Para Bhikkhu, dalam waktu dua belas tahun Bodhisattva akan masuk kedalam rahim ibu-Nya.”
……

Panil 3: Para devaputra turun ke dunia menyamar dala bentuk Brahmana, mengabarkan apabila akan ada calon Buddha yang akan lahir ke dunia kepada para bijaksana.

3.2 ……”Pada saat itu, para devaputra yang berasal dari alam murni Suddhavasa menjelajah ke Jambudvipa. Menyembunyikan bentuk keDewaan mereka, mereka menyamar sebagai Brahmana dan mengajarkan Veda kepada para brahmana lainnya. Mereka membuatnya diketahui bahwa orang yang memasuki rahim dengan cara ini akan menjadi makhluk besar yang memiliki tiga puluh dua tanda agung:
“Seseorang dengan tanda tersebut akan menjadi salah satu dari dua hal. Tidak akan ada pilihan ketiga.” mereka berkata. “Jika orang itu hidup sebagai seorang perumah tangga, dia akan menjadi Maha Raja Pemutar Roda Dharma Penguasa Dunia (Cakravatin) dengan Tentara Empat Kali Lipat. Dia akan menjadi seorang Penakluk, seorang Raja Dharma Yang Adil. Raja ini akan memiliki Tujuh Harta Permata Pusaka: Permata Roda Mulia, Permata Gajah Mulia, Permata Kuda Mulia, Permata Mutiara (maniratnam) Mulia, Permata Istri Mulia, Permata Pelayan Mulia, dan Permata Menteri Mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *