Sejarah Mie Ayam dan Gerobak Biru

Popularitas mie ayam luar biasa booming di tanah air. Gerobak mie ayam hadir di segala penjuru kota dan memiliki nilai di hati masyatakat.

Ada 2 Pendekatan untuk melihat Paradigma ini yaitu :

1. Menggunakan Pendekatan Sejarah
Sadar tidak sadar, mayoritas gerobak mie ayam di Indonesia memilih biru sebagai warna utama. Walau hingga kini belum ada jawaban pasti mengenai alasan di balik pemilihan warna biru. Padahal, warna biru dipercaya dapat menurunkan selera makan. Artinya, tidak baik digunakan untuk citra bisnis makanan. Biru lebih identik dengan kesegaran dan serasi jika digunakan sebagai colour image perusahaan air mineral.

Kata Penjual “Tidak ada pilihan lain. Kalau ingin dilihat menjual mie ayam maka harus memilih warna biru. Saya hanya mengikuti tradisi massal. Ketika berbicara tentang tradisi, maka tidak dapat dilepaskan dari fakta sejarah yang melatarbelakanginya. Tentu pendekatan sejarah digunakan agar dapat menjawab misteri mie ayam dan warna biru.

Beberapa literatur menjelaskan,
1. Mie ayam dibawa oleh para imigran Cina Selatan yang berasal dari pelabuhan Fujian dan Guandong. Sejak saat itu, mulai berkembang Vreemde Oosterlingen atau berarti pemukiman Hindia Belanda (kini Indonesia).

2. Kehadiran para imigran tentu melahirkan tabiat dan preferensi selera makan berbeda dengan yang sebelumnya berkembang di masyarakat pribumi. Alhasil, mie ayam lahir sebagai keturunan asli dari makanan khas Tiongkok yaitu bakmi. Layaknya mie ayam, bakmi juga terbuat dari tepung terigu namun disajikan dengan kuah terpisah. Tidak lupa taburan daging babi selalu menyertai sebagai lauk pilihan.

3. Ketika hijrah ke Indonesia, adaptasi dilakukan dengan mengganti babi menjadi daging ayam semur kecap dan kuah tidak dibuat terpisah. Dilakukan sebagai upaya penyesuaian adat dan lidah lokal.

4. Walau keturunan Tiongkok, tidak kemudian membuat gerobak mie ayam menjadi berwana merah. Padahal warna merah identik dengan kebudayaan Tiongkok. Artinya, alasan pemilihan biru sebagai warna gerobak tidak menggunakan pendekatan sejarah. Kalau merujuk pada budaya Tiongkok yang identik dengan warna merah, maka warna biru tidak mewakili.

5. Di tanah air, mie ayam tidak dapat dilepaskan dari Kabupaten Wonogiri Cirinya dapat dilihat dari penataan posisi lauk pauk seperti potongan ayam dan sawi rebus yang diletakan pada bagian atas mie. Soal racikan bumbu, pedagang asal Wonogiri juga memiliki citra khusus karena menggunakan minyak sayur dan lada.

2. Menggunakan Pendekatan Fungsi
Pemilihan warna biru dipandang sebagai solusi yang bijak. Secara ilmiah biru merupakan salah satu dari tiga warna primer additif selain merah dan kuning. Berada diantara warna sian dan nila. Selain itu, warna biru memiliki panjang gelombang yang pendek sekitar 450 sampai 490 nanometer. Artinya, warna biru memiliki kemampuan untuk meminimalisir partikel angin dan debu sehingga tidak mudah kotor. Secara ilmiah warna biru memiliki panjang gelombang lebih pendek dari warna warna lainnya sehingga gak gampang menembus partikel gas dan debu. Intinya supaya gerobak gak cepet kotor gara-gara di bawa keliling jualan seharian.

BAGIKAN ARTIKEL INI
error

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *